"dan tuhan pun menangis"


saya tinggal dan besar di Depok, walau tempat saya sangat dekat dengan Jakarta, tapi saya jarang ke pusat kota. namun kini, hampir setiap hari saya harus ke pusat kota, kantor yang berada di daerah lapangan banteng, mengharuskan saya untuk selalu dan selalu datang ke pusat kota. kampus saya yang di daerah rawamangunpun selalu mengharuskan saya untuk terbiasa menikmati pusat kota, atau bahkan pusat sebuah negara.


Tidak usah menutup mata dan mengingkari bahwa menurut saya Jakarta tidak pantas untuk menjadi pusat negara, mungkin benar Jakarta pusat negara jika daerah jakarta hanya untuk sekitar daerah menteng maupun disekitar kedubes asing saja. tapi, jika kita melihat lebih melebar kita akan menemukan banyak hal yang mungkin jauh dari layak.


stasiun yang ada kadang bau hasil eksresi manuasia, bahkan kemarin malam saya baru melihat seorang ibu menyuruh anaknya jongkok di sekitar peron untuk mengeleuarkan cairan hasil ekresinya. kereta api pun bahkan jauh dari harapan, kereta ekonomi bahkan tidak pantas untuk dinaiki, sepanjang sepandangan mata, kau akan melihat ketidaklayakan kereta itu untuk beroperasi.


terminal pun tidak ada bedanya dengan toilet umum yang menghamburkan baunya kemana-mana.metromini dan kopaja hanya ada di negara-negara yang memang tidak menginginkan kebebasan polusi, kau akan melihat gas buangan dari kopaja maupun metromini yang memang tidak jauh berbeda dengan bakaran sampah. hitam pekat...


sungai di jakarta merupakan salah 1 sungai terburuk di dunia, dengan limpahan sampah rumah tangga menambah buruknya air sungai, dan parahnya, sebagian masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai memanfaatkan air tersebut untuk mencuci, memasak atau.. hanya tuhan dan penghuninya yang tau.



*sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis, tapi saya ingin nonton simon santoso di piala thomas kali ini,hmm.. jadi sudah ya.


hmm..cowo tuh sexy ya..kalau lagi keringetan gtu..hihihi.. :p



go simon go..

0 comments:

Post a Comment