Sebuah kisah klasik untuk masa depan



"Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan



Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti..."
-kisah klasik untuk masa depan-






kami disatukan di sebuah kelas, yang menurut mereka super, itu menurut mereka...


kami belajar dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore. ditahun kedua, kami belajar dari jam 6.15 pagi hingga jam 3.30 sore. Kelas kami biasanya disebut kelas akselerasi atau percepatan. kami menamatkan pendidikan di SMA hanya 2 tahun, bukan pemangkasan pelajaran, namun pemadatan. saat mereka (reguler) libur, kami hanya bisa gigit jempol (iya, soalnya kalau gigit donat..bayar) , karena kami harus tetap masuk sekolah. dari 26 siswa yang diterima, seiring berjalannya waktu 3 orang dinyatakan Drop Out. kelas kami selalu berisik, meskipun kami sedikit, kami cerewet, itulah mengapa kami diajar oleh 2 orang guru untuk 1 mata pelajaran khusus, seperti matematika, fisika, biology, kimia, dan b.inggris.

ya,, menurut mereka kami kelas super. nyatanya, kami tidak jauh berbeda, kami pernah merasakan yang namanya remedial, nilai anjlok, nangis bersama karena ancaman drop out setiap saat, sangat memalukan menerima surat panggilan untuk orang tua yang berarti tanda-tanda bahwa kami adalah 5 besar dari bawah.

ekspektasi mereka begitu tinggi terhadap kami.namun, jauh panggang dari api, kami adalah angkatan paling ancur (kami angkatan 4), remedial pelajaran, murid-muridnya tidak seserius 3 angkatan terdahulu, 3 muridnya DO, beberapa diantara kami kena pelanggaran sekolah, dan bahkan kami dibandingkan dengan anak reguler tentang betapa buruknya kami. kami underdog..

awal-awal di akselerasi,, semangat persaingan sangat terasa, semua ingin menjadi si nomor 1. hingga suatu saat, ada perayaan 17 agustusan dan pentas musik, kami sekelas memutuskan untuk ikut serta (padahal angkatan2 sebelumnya, kelas aksel tidak pernah ikut kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan perayaan lainnya). kami berjuang, untuk dikenang, untuk menjadikan masa SMA adalah masa indah yang meskipun kami lewati dengan belajar dan terus belajar. kami berlatih, terus berlatih (*agak lebay) untuk memberikan yang terbaik,selesai pulang sekolah (jam3) kami tetap tinggal di kelas hingga maghrib untuk berlatih musik, senangnya sekelas nyanyiin the 2nd you sleep-nya Seybia. dan nyatanya,, kami menaaaannngg,, walaupun bukan juara pertama, tapi kami senang, sangat senang, saking senangnya, waktu itu pengen nelen meja (*loh kok..)








mulai saat itu, kami makin kompak, lomba tarik tambang, dan lomba lainnya. yang berakibat, kami merasa kami semua saudara, dan bertekad bahwa tidak boleh lagi ada yang Drop Out, yang pinter banget ngajarin yang kurang, yang kurang ga boleh minder.



setiap bulan, kelas akselerasi selalu mengadakan study tour, di dalam kota Bogor, dan 3 bulan sekali mengadakan study tour ke luar kota Bogor. ke bandung, ke ancol, ke villanya zella di puncak. namun study tour hanya akan dilaksanakan, jika memang nilai kita bagus-bagus. pernah suatu saat, kita tidak pergi jalan-jalan karena nilai kami yang tidak beranjak dari angka minimun, itu konsekuensi yang harus diterima.


aku ingat, aku harus stand-by jam 5.15 di Stasiun Depok Baru, hanya untuk mengejar kereta pertama jam 5.30. kalau tidak, aku benar-benar ketinggalan materi dan juga terancam DO. kangen, masa-masa itu..




jujur, aku belajar sangat banyak di kelas ini, kelas terhebat yang pernah aku punya, dengan beraneka jenis pemikiran hebat mereka (bahkan juara kelas kami, juara 1 olimpiade matematika antar kelas aksel se-jawa barat), aku belajar berdebat (ingat, saat dimana guru PKN kami selalu membahas berita-berita actual hingga kami debat kusir), belajar berani tampil (karena memang kami lebih banyak tampil dan presentasi) dan segala hal baik lainnya.


2 tahun kami underdog, tidak membuat kami berhenti memupuskan harapan kami untuk belajar lebih tinggi,, nyatanya, angkatan ku adalah angkatan yang lulusannya sangat memuaskan, 2teman kami ke malaysia, dengan beasiswanya, 1 di germany, sisanya tersebar di UI, UGM, UNPAD, ITB, IPB, dan Trisakti. dan ga tau ini hal yang memalukan atau membanggakan buatku.. aku satu-satunya lulusannya yang hanya sekolah diploma, namun di satu sisi,, dari 3 angkatan diatasku, baru aku yang di terima di STAN.. hehehehe :p






aku kangen kalian..




alfan, traya, berwi, desil, dema, dini, dwi, zaza, hilda, gita, gregor, rangga, naimah, bahril, rahman, mamet, steffy, sonya, ridwan, gema, tyas, lala, morin, uray, zella.



2 comments:

mahluklangka said...

Mmm, gini yah... ga semua yang disebutin tentang aksel bener, mungkin lebih tepatnya bukan salah tapi perlu direvisi...

- kami diajar oleh 2 orang guru untuk 1 mata pelajaran khusus, seperti matematika, fisika, biology, kimia, dan b.inggris.
---> bukannya semua pelajaran diajar 2 guru ya? kecuali matematika yang 3 guru...

- menurut mereka kami kelas super. nyatanya, kami tidak jauh berbeda, kami pernah merasakan yang namanya remedial, nilai anjlok, nangis bersama karena ancaman drop out setiap saat, sangat memalukan menerima surat panggilan untuk orang tua yang berarti tanda-tanda bahwa kami adalah 5 besar dari bawah.
---> yang komentar ini hampir setiap semester dapet "surat cinta" untuk orang tua, nyata2nya bisa lulus dengan baik...

- murid-muridnya tidak seserius 3 angkatan terdahulu, 3 muridnya DO, beberapa diantara kami kena pelanggaran sekolah
---> kata siapa? angkatan 2 ada 6 orang yang keluar, bahkan yang komentar ini dulu sering kena kasus kaya cabut, brantem sama guru, ngerokok, brantem (yang ini ga pernah ketauan... B-) ), sekolah pake sendal (pake sepatu putih trus disita, keluar lah sendal jepit swallow), dan lain sebagainya...

- awal-awal di akselerasi,, semangat persaingan sangat terasa, semua ingin menjadi si nomor 1. hingga suatu saat, ada perayaan 17 agustusan dan pentas musik, kami sekelas memutuskan untuk ikut serta (padahal angkatan2 sebelumnya, kelas aksel tidak pernah ikut kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan perayaan lainnya)
---> wah yang ini pembodohan masyarakat, jelas2 dulu yang komentar ikutan basket, banyak juga yang lain aktif di sekolah, cuma osis aja yang ga boleh. malah angkatan 2 pernah juara 1 paduan suara se sma 3 lho...

- setiap bulan, kelas akselerasi selalu mengadakan study tour, di dalam kota Bogor, dan 3 bulan sekali mengadakan study tour ke luar kota Bogor. ke bandung, ke ancol, ke villanya zella di puncak. namun study tour hanya akan dilaksanakan, jika memang nilai kita bagus-bagus. pernah suatu saat, kita tidak pergi jalan-jalan karena nilai kami yang tidak beranjak dari angka minimun, itu konsekuensi yang harus diterima.
---> yang ini pernah bikin 1 temen dipanggil gara2 mempermasalahkan ditiadakannya study tour, sedangkan biaya sekolah ga ngurang. dan sejak sebelom masuk sampe sekarang baru denger peraturannya bahwa nilai jelek, ga ada study tour...tandanya peraturan baru...

- aku ingat, aku harus stand-by jam 5.15 di Stasiun Depok Baru, hanya untuk mengejar kereta pertama jam 5.30. kalau tidak, aku benar-benar ketinggalan materi dan juga terancam DO. kangen, masa-masa itu..
---> sama, seru juga masa2 rajin... :D

- jujur, aku belajar sangat banyak di kelas ini
---> sorry ga sependapat, karena yang dirasakan waktu sekolah disini hanya bidang akademis aja yang bisa dijadikan pelajaran. sisanya? kayanya ga ada yang bikin aspek lain ikut berkembang...tapi ga setuju klo sampe kelas ini ditutup, karena justru kelas seperti ini yang dibutuhkan pelajar2 istimewa, dimana akan merasa terhambat kalo digabung dengan pelajar2 pada umumnya, tapi ga disarankan untuk pelajar2 yang (sorry) bukan pelajar istimewa...

- aku satu-satunya lulusannya yang hanya sekolah diploma
---> gak juga koq, angkatan 1 dan 2 juga ada...

- aku kangen kalian..
---> makasih... :D

Me..in words said...

terima kasih masukannya suhu..


emang angkatan 1 atau 2 ada yang diploma? siapa ? ga kenal ya aku..

kalau untuk masalah guru.. ga pernah ada yang 3 guru. sesuai yang aku ceritakan.

masalah study tour. kebijakan baru bu vera :D

Post a Comment