I can see the greed and
envy in my eyes.
Beberapa bulan belakangan,
aku selalu merasa berat hati setiap mendengar kabar bahagia tertentu dari
teman-temanku..
Entah
kenapa rasanya sesak,
Semakin
lama, rasa sesak ini semakin memenuhi seluruh ruang. Hingga aku sulit bernafas.
Yang aku tau hanya.. aku
lelah seperti ini. Aku overthinking, insecure, merasa tidak nyaman, dan membuatku
jauh dari diriku.
“bersyukur”
“bukan, ini bukannya aku tidak bersyukur. Kurang apa coba aku.”
Seraya mengingat percakapanku
dengan seorang teman (jika boleh menganggapnya begitu).
Bercerita dengannya itu
seperti menumpahkan semua keluh kesahku dalam box deposit besar yang siap
menampung semua aib, kelemahan, maupun kekuranganku dengan aman tanpa takut
diketahui yang lain.
Long story short, aku setuju
dengannya,, banyak hal selain bersyukur yang bisa aku lakukan untuk menangani
penyakit hati ini. Aku akan mencoba untuk mendekatkan diri ke Tuhanku, belajar dari
orang-orang baik, membatasi melihat yang tidak perlu dilihat, dan meningkatkan
kualitas diri.
Aku akan berusaha sebaik
mungkin agar aku tidak terkendali ketamakan dan sesak ini..
Dan disaat itu.. aku harap
teman-temanku semakin banyak memberikan kabar bahagia, agar aku bisa mengukur
keberhasilan usaha hati dan jiwaku nanti.
I’ll do my best.


0 comments:
Post a Comment