The disease of soul

 

I can see the greed and envy in my eyes.

Beberapa bulan belakangan, aku selalu merasa berat hati setiap mendengar kabar bahagia tertentu dari teman-temanku..

 

Entah kenapa rasanya sesak,

Semakin lama, rasa sesak ini semakin memenuhi seluruh ruang. Hingga aku sulit bernafas.

Yang aku tau hanya.. aku lelah seperti ini. Aku overthinking, insecure, merasa tidak nyaman, dan membuatku jauh dari diriku.

 

image by @prochurchmedia


“bersyukur”
“bukan, ini bukannya aku tidak bersyukur. Kurang apa coba aku.”

Seraya mengingat percakapanku dengan seorang teman (jika boleh menganggapnya begitu).

 

Bercerita dengannya itu seperti menumpahkan semua keluh kesahku dalam box deposit besar yang siap menampung semua aib, kelemahan, maupun kekuranganku dengan aman tanpa takut diketahui yang lain.

 

Long story short, aku setuju dengannya,, banyak hal selain bersyukur yang bisa aku lakukan untuk menangani penyakit hati ini. Aku akan mencoba untuk mendekatkan diri ke Tuhanku, belajar dari orang-orang baik, membatasi melihat yang tidak perlu dilihat, dan meningkatkan kualitas diri.

 

Aku akan berusaha sebaik mungkin agar aku tidak terkendali ketamakan dan sesak ini..

Dan disaat itu.. aku harap teman-temanku semakin banyak memberikan kabar bahagia, agar aku bisa mengukur keberhasilan usaha hati dan jiwaku nanti.

I’ll do my best.

0 comments:

Post a Comment