thankyou for being my bestmentor


Memiliki atasan yang baik adalah salah satu rejeki.
12 tahun lebih aku bekerja, dan setengah perjalanannya aku habiskan dengan atasan yang sama.

Dia mengenal baik burukku, kelemahan dan potensiku.. aku rasa, aku juga mengenalnya, meski sedikit.

Sayangnya, aku melewatkan banyak hal untuk belajar darinya. Setengah dari waktu konsulku, lebih banyak berisi keluhan. Pembicaraan kami terfokus pada bagaimana memanage motivasiku dalam bekerja. 7 tahun bekerja dengannya, mungkin 7 kali juga aku menangis di ruangannya. Aku mengeluh, menyalahkan orang lain, dan terlalu banyak bicara.

Saat akhir tahun lalu aku di mutasi, teman-temanku mengejekku bahwa akhirnya atasanku lega karena bebas dari (keluhan)ku. Aku juga lega, karena aku sudah bukan bebannya lagi. Selama ini, aku kasihan karena ia harus mendengar semua hal tidak penting yang keluar dari mulutku.

padahal, setiap aku ingin masuk ke ruangannya, aku ingin menceritakan hal baik. tapi seperti kursi kutukan, saat aku mulai duduk di ruangannya.. semua keluhan atau cerita buruk mengalir lancar dari mulutku.

dan aku tambah pusing setiap keluar dari ruangannya. bukan apa-apa, mukanya mengisyaratkan bahwa ia gagal membimbing sikapku selama ini, antara kasian dan tidak tau harus berkata apa. aku pun kasian dengan diriku dan dia. 



Ia sudah melakukan yang terbaik sebagai atasanku. Meski bukan sekarang, aku harap suatu saat aku melakukan hal baik dan berarti yang bisa membuatnya bangga pernah menjadi atasanku. not today, but one day.. i'll come to you, to say.. "i did it".




0 comments:

Post a Comment