Aku, sudah lupa caranya menulis..
Menumpahkan semua perasaanku dalam tulisan.
Semenjak menikah, aku lebih senang menumpahkan semua sedih dan bahagiaku ke suamiku. Dan Mass fajar adalah pendengar yang baik..
Sudah 28 tahun aku hadir di dunia ini, dan tetap saja kecerewetanku tidak berkurang.
beberapa waktu lalu, aku diajak berbicara dengan seseorang, bagaimana cara menghadapi suaminya yang kurang romantis dan bagaimana denganku. Baru kali ini aku terdiam, karena aku bingung menjawabnya.
Jika aku mengukur romantisme dari seberapa sering mass fajar (-dia) mengirim bunga, memberikan surprise ulang tahun, dan berkata manis. Aku bisa bilang bahwa, dia bukan orang yang romantis.
Meskipun kami selalu berkata ‘i love you’ setiap hari, dia bukan tipe yang akan berkata panjang lebar padaku, mengungkapkan apa yg dipikirannya, bahkan hingga hari ini dia tidak pernah mengungkapkan alasan kenapa dia suka, sayang, cinta, atau bahkan kenapa mau menikahiku. Mau didesak berulang-ulang, berkali-kali, dicuekin, diapain aja, dia tidak akan berkata-kata. Dari jutaan kata yang kucuapkan setiap hari, ia hanya akan menjawab “ya sayang” “oke” “ngga” “bisa jadi”.
Tapi, jika aku mengingat semua yang dia lakukan setiap hari, aku akan berkata dia adalah orang yang sangat romantis. Kami berpelukan setiap hari, dia menciumku di pulang dan pergi, genggaman tangan disaat luang, membelikanku pakaian, tas, sepatu setiap saat dia pikir itu bagus untukku, menyuapiku makanan yang bergizi dan enak menurutnya, mendatangi kantorku untuk lunch bareng, dan tindakan lainnya yang tanpa perlu banyak kata-kata.
Aku, seberuntung itu.
Dicintai, tanpa perlu banyak kata-kata.

2 comments:
Beruntung sekali mbak punya suami seperti itu. Semoga selalu langgeng mbak. Seneng banget baca kisah ini :') Terharu beneran.
alhamdulillah, terimakasih banyak mba, semoga mba nadia juga langgeng dan selalu dilimpahkan berkah dan cinta oleh Allah SWT. aamiin
Post a Comment