PRAMATYA SEIRA AZ ZAHRA PUTRI 281016

Aku, bertaruh nyawa saat melahirkan putri kecilku..
Aku masih ingat rasanya saat nafasku sudah diujung dan aku tak sanggup lagi bernafas. Aku masih ingat rasanya saat aku berada dalam titik, memasrahkan hidup dan matiku kepadaNya. Di ruang operasi itu, aku bertaruh nyawa.

Hari itu, pertama kali aku setakut itu untuk mati, setakut itu untuk anak-anakku akan menjadi piatu, setakut itu tidak bisa lagi memeluk suamiku, dan setakut itu aku membayangkan tangisan mamaku meratapi kematianku kelak.

Mana pernah aku membayangkan hal itu, hingga masuk ke ruang operasi pun, aku masih cengar-cengir ke mama dan suamiku. Kesombonganku diuji olehNya, dan aku telak. Aku takut.

Anakku, lahir saat belum waktunya.
Hari itu, 28 Oktober 2016, usia kandunganku tepat 37 minggu. Bekas operasi Caesar sebelumnya yang sudah menipis, menjadi alasan untukku meng-ok kan tawaran dokter melakukan operasi Caesar lagi. Rumah sakit yang sama. Dokter yang sama.
Gadis kecilku terlahir sehat,  3000 Gram, dengan panjang 50cm. Dan aku super bahagia. Kehadirannya melengkapi kebahagiaan kami. Aku bisa melihat raut bahagia suamiku saat menggendongnya.



“Seira.. welcome to the world, sayang”


Ya.. kami menamainya SEIRA – Anak yang baik (suci & baik, -jepang-).
Doa dalam nama, yang bisa diaamiinkan setiap kami memanggil namanya. 

0 comments:

Post a Comment