Wooowww
wooww woooooww…
I’m a
married woman, now.. yuhuuuu.. *pamerin jari
manis kanan *norak level asia tenggara :D
Hweh,, aku
masih ga menyangka kalau aku sudah menikah :’) *blushing
Bahkan aku
ga pernah menyangka, kalau aku akan menikah dengan suamiaqowh tersayang, mass
Fajar Dwi Yuwono :D .
Allah Knows
Best, Alhamdulillah.. J
Aduhhh,,
sebenernya udah late post banget sih.. persis 2 bulan yang lalu aku dan mass
fajar menikah, 11 Januari 2014. Dan tadinya mau posting dari beberapa hari/minggu
setelah menikah, Cuma karena langsung cussss honeymoon ke lombok, trus masuk
kantor ngerjain kerjaan yang numpuk (karena cuti 1 bulan), trus udah masuk
kuliah semester baru lagi dan juga sibuk belajar jadi istri yang baik.
*uhukkk.. yaaa jadinyaaa telatttt binjiitttt.
Em,,
gapapa sih yaa.. yang pasti setiap hari rasanya masih kaya pengantin baru ajaaa
:”), jadi posting ini masih.. yaaa.. gapapa sih yaaa *apasih*
eh, udah intronya. yuk, cuss..
seriusss dulu.
Setahun
yang lalu, aku tidak pernah membayangkan akan menikah dengan anaknya teman baik
mama-ayah. tapi trust me *sok pengalaman banget*, Jodoh itu datangnya dari mana
saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja. Seperti yang pernah aku tulis
disini.. :D
Dannn
itu terjadi sama aku.. tanpa perlu malu, aku mengakui bahwa aku berkenalan
dengan mass fajar karena dikenalkan oleh orang tua kami. Tepat 2 hari sebelum ayah meninggal, minggu 7
Juli 2013, papa-mama (orang tua mass fajar) datang ke rumahku. Sama seperti
teman dekat ayah lainnya, aku hanya berpikir bahwa papah-mama datang hanya
untuk bersilahturahmi.
Baru,
setelah papa - mama pulang, mamaku menjelaskan bahwa maksud kedatangan
papa-mama mass fajar ingin tetap menjaga silahturahmi pertemanan dengan ayahku,
melalui anak-anaknya.
Aku
menolak. Ini sudah berkali-kali aku ditawari
untuk berkenalan dengan seseorang. Entah itu tawaran dari sahabatku, teman
kantorku, bossku, atau bahkan 3 kakak lelaki tercinta. ya, aku merasa canggung jika dikenalkan,
apalagi saat ini sudah mengarah ke serius. Yang ada dipikiranku hanyalah, iya kalau
sama-sama suka pas bertemu, bagaimana kalau sama-sama tidak suka, atau bahkan hanya
salah satu diantara kami yang suka.. dan kali ini melibatkan keluarga. Yang
aku ingat saat itu, mamaku yang gencar mempromosikan mass fajar kepadaku (berasal dari
D1 STAN dan sama-sama sudah selesai kuliah D3, sangat sayang sama orang tua,
rajin, dan pendiam), saat itu aku lihat ayah, ayahku hanya senyum dan tidak
bilang apa-apa.
Hingga
2 hari berikutnya, ayah meninggal.. dan aku lupa dengan urusan perkenalan itu.
Minggu,
1 September 2013.
16.00
Aku
dan mama ikut berpartisipasi di acara jalan santai yang diadakan oleh kantorku
hari itu. Selepas tidur siang karena kelelahan mengikuti acara jalan santai
tersebut, mama menghampiriku dan memberitahukan bahwa mama baru dapat sms kalau
papa + mama + mass fajar akan ke rumah malam nanti. JLEBBB.. Mendadak sekali. Dan
tentu, aku menolak pertemuan itu. Pertemuan yang entah mengapa hari itu ketiga kakak
lelakiku tercinta sedang berkumpul di rumah mama. Jadi kesannya keluargaku menyambutnyaaaaa...
Mama aku ga mauuu | ketemu doang kok nduk, kenalan dulu aja | mamaaaaaaaaaaaaaa,,,,, ga mauuuuuu…
Mama aku ga mauuu | ketemu doang kok nduk, kenalan dulu aja | mamaaaaaaaaaaaaaa,,,,, ga mauuuuuu…
19.10
Deg-deg..
Aku
dikamar mama, browsing. mata dan jari ke tablet, pikiran ke bagaimana caranya
kabur, kuping ke arah ruang tamu, hati deg-degan. Aku memikirkan ke awkward-an
pertemuan nanti. Memikirkan ekspektasi orang tua akan hubungan ini. Dan memikirkan
hal-hal konyol lainnya.
“put
udah dateng tuh, keluar deh… cieee” mass sigit, kakakku yang ketiga, muncul dari
balik pintu..
eh,
udah sampe ajaaa,,, aku baru sadar bahwa Rumah mass fajar dan aku hanya 15
menit perjalanan. Dengan nerveous dan malu, aku mengantarkan minuman untuk
mereka. Aku bersalaman satu-persatu, Papa…. Mama…. dan…….. Mass fajar. Itulah
pertama kalinya aku melihat calon imamku :’).
Pertemuan
itu, dihadiri oleh Mass Aris (kakakku yang pertama-sebagai pengganti ayah),
Mamaku, Aku, Papa, Mama dan Mass Fajar.
Pertemuan
yang sangat canggung bagiku, dan untuknya.
Setelahnya,
orang tua kami menyerahkan ke kami tentang kelanjutan pertemuan itu..
------
Tidak
perlu waktu lama bagi kami berdua untuk bertemu kembali, kali ini mass fajar
datang sendiri ke rumahku, setiap sabtu-minggu. Entah minggu keberapa, aku
begitu excited setiap menunggu kedatangannya.
Aku
menyukai pendiamnya, sedangkan dia menyukai kecerewetan dan keceriaanku (bahkan
katanya saat pertama bertemu, dia menahan tawa, karena aku seperti sales
asuransi, yang excited sekali bercerita tentang apasaja ke papa ==’. Aku pikir
saat itu dia batuk menutup mulut, ternyata menahan tawa L)
Minggu,
Oktober 2013.
Aku
mengenalkannya dengan ayah, kami berdua ke makam, dan aku berdoa untuk ayahku. Disaat
itu, aku bercerita kepada ayah dalam hati bahwa “aku menyukai pria ini, ayah”, “jika
dia memang jodohku, ayah tidak perlu khawatir lg siapa yang akan menjaga aku”.
Ya..
Aku suka dengan kepribadiannya, keunikannya, pola hidupnya, pendiamnya, dan
semuanya, yang tanpa disadari.. aku menanyakan keseriusannya. Keseriusan untuk
menikahiku dalam waktu yang tidak terlalu lama..
Subhanallah,
saat itu jawabannya sangat menenangkan hati, jawaban atas pertanyaan/syarat-syarat
lainnya yg aku ajukan, seperti saat ini aku masih sekolah, atau keinginanku
yang ingin mama tinggal bersamaku nanti.
Kami
menginginkan Desember 2013 Lamaran, Januari 2014 Menikah. Dan alhamdulillah
keluarga sangat setuju.
Oktober-November-Desember..
Persiapan lamaran, akad nikah dan resepsi. Disaat itu juga, aku proses mengenal
mass fajar lebih jauh. Bagaimana sikapnya mengambil keputusan, pengelolaan keuangan,
dan hal lainnya.
Aku
tidak perlu waktu lama untuk mengenalnya, karena memang sudah dipasangkan oleh
Tuhan, Aku bisa mengerti dan memahami dia tanpa harus banyak bertanya dan
mencocokan. 2 bulan usia pernikahan kami, setiap bangun pagi aku bersyukur aku
memilikinya, aku sangat bersyukur bahwa yang menjadi suamiku adalah mass fajar,
aku jatuh cinta berulang kali dengannyaaa, dan rindu yang tidak pernah jemu. Dan
aku seperti sudah mengenalnya lama,, oh,, mungkin tentu saja, karena aku adalah
bagian dari tulang rusuknya.
Aku
menyayangimu, suamiku.. :’)




0 comments:
Post a Comment