Tidak
sampai 30 Menit yang lalu, baru saja selesai pengajian di rumahku.
Hari
ini juga merupakan hari ulang tahunku. Ulang tahun ke 23 dan ulang tahun
pertama tanpa ayah.
Daddy, did I ever tell you that I am so proud to be your daughter?
Aku ziarah ke makam ayah siang tadi.
Makam ayah sudah tertata rapi dengan
penampilan barunya, kami meminta untuk tidak dikeramik, hanya dirapihkan dengan
bata disekeliling untuk menahan air, dan rumput gajah diatasnya. Simple, namun
cantik..
Tentang Ka ika – pacar Mass Bayu (kakakku
yang kedua), yang telah resmi menjadi mualaf. Ketetapan hati untuk insyaAllah
segera menikah bulan depan. Yang ditunggu-tunggu ayah selama 6 tahun untuk
melangsungkan pernikahan.
Aku tetiba teringat obrolan pagi-petangku
dengan ayah, obrolan di sepanjang perjalanan rumah-stasiun, setiap hari
dijemput olehnya. Keinginan melanjutkan kuliah, namun tetap dekat dengan kantor
dan rumah, tanpa perlu kost kataku..
Aku bercerita tentang apa yang terjadi
semenjak terakhir ziarah-seminggu lalu,,
Dan,, tentang hasil test TOEFL yang cukup
memuaskan..
Tentang aku yang diterima S1 Ekstensi di
Universitas Indonesia.
“
Doain aku diterima di UI ya, yah..”
Aku memang selalu menjadi anak kecil manja
kesayangan mama ayah.. terakhir dan perempuan satu-satunya.
Namun, kepergian ayah ini, benar-benar
mendewasakanku,,
Aku,, bagaimana mungkin bertingkah manja
lagi. Yang dulu bersandar, kini menopang.. aku tidak mau terlihat lemah di
depan mama ku.. ingin rasanya memeluknya setiap mama shalat dengan bergetar,
menemaninya saat siang sepi menjelang. Semua keinginan dunia serasa hilang
memudar, tergantikan..




0 comments:
Post a Comment