Where there is love, there is pain.

Aku tak mau melihat ke depan,

melihatnya, aku merasa tertinggal.


Melihat ke belakang, ada masa yang tak bisa terulang.

Kenangan yang selalu terngiang.




Aku terbayang rasa yang tidak bisa terpegang.

Aku meminta maaf kepada dada atas perasaan sesak yang pernah ada disekitar.

Aku mencoba memanja mata balasan airmata.


Tapi aku tak berjanji menghentikan sesak itu, mengeringkan air mata..

Meski sesak itu ada, aku tak bisa berhenti mencinta.


Aku berjalan bersama waktu, bukan untuk menyambung masa lalu atau mengayuh masa depan.. aku hanya penikmat waktu yang sadar hari sekarang.

0 comments:

Post a Comment