kepingan puzzle itu

Unity in diversity..
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.


Selepas masa aksel aku meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. aku masuk sini melalui jalur pmdk. pada waktu itu, semua mahasiswa dan mahasiswi baru (maba-miba) harus tinggal di asrama selama 1 tahun, dan untuk maba-miba yang diterima melalui jalur PMDK harus meng
ikuti masa kuliah transisi selama 2 bulan dan diujikan. mata kuliahnya beragam mulai dari matematika dasar, kimia, fisika ah,,pokoknya lupa deh.


tinggal diasrama adalah sesuatu hal yang baru bagiku. apalagi diasrama itu, aku harus tinggal
bersama 3 orang lainnya dalam 1 kamar ukuran 3x3. waktu itu aku merasa tenang-tenang saja, karena ada temen aksel ku zella, yang mengusahakan ke orangtuanya, bahwa kami bisa sekamar.

hingga hari H kepindahan, aku diberitahu teman akselku lainnya bahwa, penyebarannya menurut kepala asrama, sehingga tidak memungkinkan untuk mengatur siapa dengan siapa. :(
bodo deh, pikirku.. yang penting orangnya ga rese, ga klepto, aku sih ok-ok saja.

asrama putri ipb terdiri dari asrama a1, a2, dan a3, dan asrama a3, sampai 44 kamar.

aku di asrama A3, kamar 344..

ditemenin mama, ayah dan mas ku pindahan. ke kamar baru, dunia baru.
kreekk.. (suara buka pintu), melihat sekeliling,, wuooohhh,, ternyata, hanya tinggal 1 meja yang belum ada barang-barangnya, 1 tempat tidur yang belum dikasih seprai.. dan itu adalah tempat untukku. hehe,, aku kebagian tempat tidur diatas yang sebenernya pengen dibawah, takut nanti kalo aku jatoh atau yang dibawah ketiban gara2 aku suka joget-joget pas tidur gmana :(


pas mama,ayah, mas udah pulang.. rapih-rapih kasur, rapih-rapih meja, dan ternyata ngeliat alkitab disamping mejaku..

oh, ada yang kristen toh,,

rapih-rapih lagi, liat meja yang lain, dan ada alkitabnya lagi..

oh, yang kristen ada dua,bagus juga nih biar adil,,

liat meja lagi ah, dan ternyataaaa ada alkitabnya lagi..

tidaakkk,,, sekarang beneran, cuma aku yang islam sendiri di kamar ini..


panik,, jalan bolak-balik, kayang atas bawah, koprol depan belakang,, bikin aku menghadap penjaga asrama untuk minta pindah kamar, dan ternyata katanya aku ga bisa pindah kamar secepat itu, mesti izin sama kepala suku, eh kepala asrama dulu dan itu paling cepet 2 minggu-3 minggu. dan aku pun.. PASRAH!


balik ke kamar, menjelang maghrib.. datanglah, 1 orang,, kenalan, namanya






Tetty Elisabeth Nababan, dia asli medan dan woww.. dia bataknese. dan wajahnya bener - bener medan banget,, (aslinya baik banget, lucu, rame,manis, polos)













dateng lagi,, Devina Marcia Sihombing,, dia orang bekasi dan ternyata wowwww bataknese again,, (aslinya dewasa, cantik, baik, rapi, rajin)














ga berapa lama, dateng lagi Lenny Asnita Lingga,, dia asli sidikalang,, dan woooowww batakneseee.. (aslinya rajin, cantik, baik, lucu)







sekamar dengan 3 orang kristen dan 3 orang batak

melengos.. mangap..




hari-hari dilalui kami dengan piket lorong, apel pagi, kuliah transisi, makan bareng, dan segala macam lainnya. aku suka mereka, walaupun mereka kristen dan berbeda denganku,
mereka sangat menghargai aku. kami rame sekali, setiap saat ngobrol, aku diajarin lagu-lagu batak, cekikikan, hingga mengganggu kamar lain. hihihihi..





karena kamar lain, terdiri dari mayoritas islam, dan kadang yang kristen kurang nyaman dikamarnya, jadi mereka suka banget kekamarku. ada miba kamar lain yang pengennn bangettt tinggal dikamarku, namanya Eleven. dan dia juga bataknese dan kristen. orangnya lucu,baik dan kami dekat sekali, dia suka cerita apapun. hingga tak berapa lama, kamarku jadi tempat berkumpulnya orang batak dan kristen. aku senangg sekali, mendengar mereka curhat tentang perbedaan perlakuan, tentang perbedaan-perbedaan diantara kami, tentang semua hal yang membuat kami merasa kita semua adalah sama, mahluk tuhan.






saat tiba waktunya kepala asrama mengijinkan aku pindah, aku dan sahabat-
sahabatku pun malah ga mau menginginkan kepindahanku. teman-teman lain kamar yang muslim pun sering mengajakku untuk pindah ke kamar mereka dan barter dengan teman mereka yang kristen. namun kami berempat tidak mau, aku bahagia diantara mereka, aku senang diantara mereka, mereka lebih menghargaiku. kami berisik, tapi saat aku shalat, mereka hening, bahkan tidak membuat suara sedikit pun dikamar. aku susah bangun pagi, namun mereka selalu membangunkan aku dan selalu mengingatkan aku untuk shalat subuh. saat aku shalat maghrib berjamaah, mereka nunggu aku untuk kita bisa dinner bareng. saat kami jalan, mereka mengingatkanku sudah waktu shalat tiba. bahagianya aku, mendapat sahabat-sahabat seperti mereka. sahabat yang tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan mengkotak-kotakan diri.


dan yang membuatku bahagia adalah, saat aku diterima stan. mereka menangis, mereka benar-benar menangis dan sebisa mungkin menghalangiku untuk tidak masuk stan, aku benar-benar beruntung memiliki mereka.. dan tidak hanya mereka bertiga yang menangis, namun teman-teman kristen dan batak lainnya pun menangisi kepergianku, ada eleven, magda, dan lain-lain.

*sebenarnya banyak hal yang kita lalui bersama, banyak hal kenangan yang tak bisa dihapus waktu dan terpisah jarak.

maafkan aku ya sahabat, aku terlalu sombong, untuk tidak sering mengunjungi kalian. Insya Allah, aku ingin menjadi sesorang yang baru. yang bisa menghargai waktu dengan kalian dan dunia.aku sayang kalian, devina, lenny, tetty, eleven.



love you.

0 comments:

Post a Comment