Pramadya Kenara Al Ghifari Putra



Ini sudah minggu ke 3 aku masuk kantor. Dan aku masih menunda-nunda untuk posting tentang hal hal bahagia yang terjadi dalam hidupku sejak terakhir posting july 2014 lalu.

Banyak hal bahagia dan tak ternilai di masa-masa belakangan ini, masa masa kehamilan trimester terakhir, kelahiran anakku tercinta, dan ulang tahun pernikahanku yang pertama. Daaaannn aku sangat menikmati saat-saat fulltime menjadi seorang anak, istri dan ibu. Cuti kerja 3 bulan dan cuti kuliah 1 Semester. Alhamdulillahirabilalamin..

Kelahiran anakku merupakan hal paling amazing yang terjadi dalam hidupku. 
Setelah excited menunggu selama 39 minggu kehamilan.  Akhirnya, aku melahirkan dengan cara Sectio caesaria. Hingga periode terakhir kehamilan, aku ngerasa ok dan yakin bisa melahirkan dengan normal. Namun, di minggu ke-38 dokter kandunganku memastikan bahwa tulangku sempit sehingga lingkar kepala anakku tidak muat untuk melalui jalan lahir. aku dan suamiku tidak terlalu ngotot harus melahirkan dengan cara normal, keselamatan aku dan bayiku merupakan hal yang terpenting bagi kami.
Tepat hari Senin, tanggal 10 November 2014, dengan izinNya, merupakan tanggal yang direncanakan sebagai pertemuan pertamaku dengan anakku. 

Pukul 1 siang operasi dijadwalkan. Mau tau perasaanku? Takut? Tegang? Tidak. Aku sangaaaat excited. Hari senin pukul 6 pagi aku dan suamiku sudah sampai di RS. Bunda Margonda. Berdua saja, karena memang aku tidak ingin terlalu ramai. Mamaku dan mama mertua datang pukul 10 pagi. 
Operasi dimajukan,dan aku ingat sekali (oh, tentu saja.. karena aku hanya dibius lokal), dan  dalam keadaan sadar, Operasi dimulai pukul 12.26 wib. aku mendengar suara seperti besi beradu, oh entahlah itu pisau atau apa (aku tidak bisa melihatnya karena ada kain yang menghalangi). Aku tidak peduli karena sebentar lagi aku bertemu anakku. Dan memang, saat operasi, ruang operasi yang dingin itu  tidak sepi, ada suara musik mengalun dan cengkrama dokter perawat,  dan itu merelaksasi pikiranku, aku tidak tegang sama sekali. Aku over bahagia. Bahkan aku sempat bercanda dengan perawat yang disekitarku.

Tepat pukul 12.34 wib.. Suara tangisan bayi yang sangat kencang, mengagetkan sekaligus melegakan. Anakku..

Subhanallah walhamdulillah, 8 menit operasi berjalan lancar. Aku melihat anakku diangkat dSA, dibersihkan dari cairan yang menempel dan anakku ditaruh di dadaku. Hanya sepersekian detik. Anakku biru, badannya, kakinya, dan tangannya. dSA meminta izin untuk membawa anakku segera. Anakku tidak tahan dingin. Dan proses IMD gagal. Menyesal? Tidak. Aku tau itu yang terbaik untuk anakku.

Anakku dibawa keluar oleh dSA dan perawat, sedangkan aku masih bertahan di meja operasi, ya,, dokter dan perawat sibuk menjahit bekas luka caesar. 30 menit saja, dan aku sudah dipindah ke ruangan lain untuk beristirahat. Dengan obat bius dan lainnya, aku diminta dan harusnya tidur. Tapi aku,, seperti sebelumnya, aku sangat bahagia, hari itu, aku teramat bahagia, dan tidak mau melewatkan sedetikpun dengan memejamkan mata. Aku kangen sekali suamiku, dan aku ingin sekali melihat lebih dekat dan memeluk anakku.

Kesepian diruang tunggu operasi dengan tubuh tidak bisa bergerak efek dari obat bius membuatku bosan, aku meminta perawat untuk memanggil suamiku. Aku senang sekali melihat ekspresi suamiku saat itu, rasa senang dan bahagianya tersirat di wajah tampannya. Suamiku mengabadikan tingkah lucu anakku dalam jepretan kamera, dan aku bersyukur anakku sehat jasmani, rohani dan juga tampan.

Seperti orang tua lainnya yang excited menanti kelahiran anak, kami juga telah menyiapkan kebutuhan bayi dan nama dari jauh-jauh bulan sebelum kelahiran,,

..Pramadya Kenara Al Ghifari Putra..
10 November 2014, 3.300 gram, 50cm
Pramadya - Anak Pertama
Kenara – hanya karena kami ingin memanggilnya Ken
Al Ghifari – Pengampun, untuk waktu mama dan papa yang tidak sepenuhnya milikmu
Putra – Laki-Laki

dan Ken, kini sudah menginjak usia 2,5 bulan. Aku merindunya setiap saat, pria ketiga yang membuatku semerindu ini. Setelah ayahku, dan suamiku.
Aku dan suamiku sangat menikmati waktu-waktu weekend saat kami bertiga bersama, mendengar celotehnya, menggodanya, menggendongnya dan memandikannya (untuk hal terakhir, suamiku yang lebih sering daripada aku :D). Berharap ia tumbuh sehat, cerdas, taqwa, dan bahagia.



2014.. diberi teman hidup, diberi tempat tinggal, lalu diberi amanah anak. Subhanallah..
Kami, sebahagia ini.. nikmatNya sungguh sangat banyak dan tak ternilai.


Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban..