Another phase of life


Pikiran bercabang, multitasking disegala bidang..
Dulu aku pernah membayangkan bahwa, aku akan menjadi wanita karir dengan jabatan yang tinggi dan keluarga yang bahagia. 4 bulan pernikahan, 3 bulan kehamilan, keinginanku berubah dan  aku tidak berharap itu lagi. Keinginanku,hanya,,  ingin jadi anak yang baik, dengan menjaga mamaku,, istri yang baik, dengan merawat suamiku,, dan ibu yang baik, dengan membimbing anakku.

Kehamilanku yang sekarang menginjak 13 minggu, mengingatkanku.. menyadarkanku..
Aktifitasku yang dari pukul 06.30 – 22.30 diluar rumah setiap hari, bekerja – kuliah, membuatku merasa berdosa, 4 bulan pernikahan, dan aku belum berbakti kepada suamiku. Waktuku habis diluar, aku tidak bisa menjaga kehamilanku secara maksimal.
Setiap malam, sampai kost, aku selalu menangis. Badanku letih.. namun, aku menangis lebih karena aku tidak bisa, menyambut suamiku pulang kerja, memberikan minuman, memijatnya disaat lelah, menyiapkan makan malam. Dan aku menangis karena aktifitasku yang padat, jalanan jakarta yang busuk (kost di slipi, kantor di cawang terkadang ke lapangan banteng, selanjutnya kuliah di depok, dan pulang lagi ke slipi) sungguh aku tidak bisa memberikan kenyamanan kepada janinku, bahkan untuk sekedar tidur siang yang dianjurkan dokter tidak aku lakukan. Memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk janinku saja, aku belum mampu.. pikiranku bercabang.


PEKERJAAN
Semenjak awal bekerja di kantor baru, aku memang tidak nyaman. Namun, akhir-akhir ini ketidaknyamananku bertambah. Aku selalu bekerja dalam team yang terdiri dari beberapa orang, dan Seseorang yang jabatannya lebih tinggi dariku dan bertindak selaku ketua tim, memberikan beban pekerjaan yang lebih banyak dari yang lain, untuk hal yang tidak aku kuasai, dengan tenggat waktu yang sempit. Aku tidak menyukai ketidakprofesionalannya sebagai ketua tim. Aku dulu sangat menyukai pekerjaanku. Namun, sekarang aku lebih menginginkan turun level jabatan. Agar aku tidak bekerja dengannya, dan agar pekerjaanku tidak sepadat sekarang.
Turun level, merupakan hal yang aku ajukan kepada Direkturku, namun hingga kini, hal tersebut tidak dikabulkan. 1,5 tahun ini, aku dibayar tidak sesuai dengan pekerjaanku. Jadi, turun level merupakan hal yang pantas menurutku. Saat orang-orang ingin naik level jabatan, aku malah ingin turun level. Agar aku lebih tenang fokus mengurus keluargaku, dan lebih bekerja dari hati. Aku rasa..


PERKULIAHAN
Salah pilih kampus? Entahlah.. sebagai kampus terbaik di Indonesia untuk jenjang pendidikanku, dulu aku merasa tidak salah pilih. Hal ini karena, aku menginginkan untuk mendapat beasiswa luar negeri lebih mudah dengan ijazah kampus ini. Seiring dengan perubahan orientasi dalam hidup, aku ingin cepat selesai kuliah.. dan kampus ini, tidak mendukung untuk selesai dengan cepat. 2,5 tahun. Paling cepat.
Aku juga mempertimbangkan apakah aku akan mengambil cuti untuk semester berikutnya, mengingat semester depan aku menginjak semester 2 kehamilan, dan perkiraan lahir pertengahan november.namun, itu hanya memperlambat kelulusanku.
Semester lalu, aku tidak menargetkan nilai, dan alhamdulillah IPku bisa untuk dibanggakan. Namun kini, aku menargetkan A disemua mata pelajaran, karena aku tidak mau mengecewakan suamiku yang banyak berkorban untukku.
Sayangnya, aku sering tidak masuk.. banyak dinas luar kota, serta kondisi kehamilanku yang terkadang lemas, mual, dan tidak nyaman, akhirnya aku absen sesuai dengan jatah yg diberikan. dan semester ini adalah semester yang padat menurutku, senin-jumat, dan terkadang sabtu. Setiap hari selalu bikin makalah/presentasi dan dikumpulkan, belum lagi tugas akhir semester dengan mengunjungi beberapa perusahaan untuk 5 mata kuliah. Maafkan aku, suamiku..

RUMAH
Keinginanku dengan mass fajar setelah menikah adalah mempunyai rumah diantara rumah mamaku dan rumah mertuaku. Sejak maret lalu, kami mencari tanah yang luas untuk dibangun/ perumahan yang strategis dan pas dengan kondisi keuangan kami. Harga tanah yang sudah mencapai 3 juta/meter disekitar rumah membuat kami memilih untuk mencari rumah / perumahan baru saja. Setelah mencari-cari, baru akhir april kemarin, aku dan mass fajar (yang didukung mama dan kakak-kakakku) menemukan rumah yang insyaAllah tepat, karena rumah tersebut sesuai dengan desainku sendiri, ada taman kecil didalam, dan hanya 1km dari rumah mama, dan 5 km dari rumah mertua. Pengurusan berkas KPR diantara padatnya pekerjaan dan kuliah, sungguh melelahkan dan memainkan emosi. Dan sekarang, kami sedang menunggu kabar baik dari Bank apakah Bank akan mengapprove KPR kami.

KEHAMILAN
Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita nak. Saat ini janinku sudah menginjak 13 minggu 3 hari, aku tidak sabar rasanya untuk melihatnya, meski katanya getaran dan gerakan janin baru terasa di minggu 16-20,  kadang aku menekankan tanganku dan tangan suamiku untuk merasakan denyutan atau getaran lainnya. Terkadang terasa terkadang tidak. Biasanya kalo kelelahan, aku suka panik sendiri kalau tidak berdenyut.. 2 minggu ini, aku tidak nafsu makan, semua makanan keluar lagi, dan berat badanku turun. Suamiku sangat sabar sekali menghadapi moodku yang naik turun, kemanjaan dan kemalasan selama kehamilan. Alhamdulillah..



Pikiranku bercabang, dan aku tau, aku  harus sering-sering tambah bersyukur.. banyak orang yang belum punya pekerjaan, tidak bisa kuliah, belum mampu membeli rumah, dan atau belum diberi rizki kehamilan oleh Allah SWT,. Dan aku malah mengeluh.. ampuni aku ya Allah, kau memberiku kesempatan dan kekuatan untuk menjalani hal ini. Pikiranku bercabang, dan aku.. menikmatinya. Alhamdulillah..