i don't know why..


..I feel uneasy for no reason..

Once is enough


Pertengahan Mei ini, aku menemani teman-temanku liburan ke Singapore-Malaysia.
Kenapa istilahnya menemani? 
Karena,, aku memang tidak berniat liburan ke  2 negara ini T____T aku tidak suka berlibur wisata kota (yang begitu-begitu aja).


Seharusnya, awal maret lalu,, kami liburan ke Osaka. 
Tapi rencana ini gagal karena 2 hal,, yang 1 hal kegagalannya disebabkan olehku. T__T guilty feeling, dan akhirnya.. ya sudah.


Sabtu-minggu-senin.
Tidak banyak hal yang bisa dilakukan,,
Dari awal perjalanan memang kurang excited





Di malaysia, hanya sempat mengunjungi Petronas twin towers dan batu caves..  sempat hampir gagal boarding ke singapore.






Di singapore, ke sentosa island buat nonton song of the sea, merlion park, orchard, bugis, dll. Dan kesalahan terbesar selama perjalanan adalah nginep di daerah littleindia.. penyesalan seumur hidup. 



Oh, well.. liburan kali ini ga buruk-buruk banget kok. 

i can breath easy.. again :)

akhir akhir ini, aku seperti tidak mengenal diriku.


aku tau aku payah, aku mengeluh untuk hal yg seharusnya aku syukuri.
baru saja, dan masih terngiang jelas ditelingaku.. percakapan pria paruh baya dengan rekannya, bercerita bagaimana excitednya dia mengenai tawaran pekerjaan dengan gaji setengah dari pendapatanku.
aku juga ingat, bagaimana senangnya kerabatku mengenai bonus pekerjaan yang aku pikir tidak sebanding dengan lembur tiap malamnya.
dan lagi kebahagiaan bapak tua penjual minum, untuk kembalian yg tak perlu dikembalikan itu..

aku payah, mama..
untuk pendapatanku yang secukup ini.
aku bahkan tidak perlu seperti abang koran yang aku lihat kemarin malam, mendekap erat barang dagangan agar tidak basah terguyur hujan. ataupun mamang-mamang yang bermandi peluh dan matahari untuk menawarkan gelas minum di perempatan jalan.


akuuuuu,,
hanya perlu duduk manis di ruangan ber-Ac menganalisa, rapat ataupun wawancara, dan sesekali lembur di otoritas terbaik di negeri ini.


Pak, saya nih bukannya ga bersyukur. Ada yg salah dalam sistem dan ini merugikan.
  
meski bossku mengiyakan dan mengerti pendapatku, nyatanya aku memang tidak  bersyukur.. keluhanku adalah tanda tidak bersyukur. aku hanya mencari pembenaran pendukung keluhanku, dan tidak sabar untuk menikmati proses.



Ternyata,, selama ini aku lelah, bukan dengan keadaan. tapi akan persepsiku..

ahhh,, mungkin, ini saat yang tepat melepas jauh sifat burukku..yang selalu menengok keatas shingga membuat hati dan pikiran pegal. :)
maafkan aku, jiwa.

because i'm weary..



Aku mengeluh.. lagi.
Aku menangis, cengeng.. iya, Biarin saja.



aku menangis di depan eselon III ku, Mr B.  Dalam rapat yang baru saja selesai, di term ini, aku diberikan penugasan menjadi bagian dalam 3 tim. Sedangkan, rekan-rekan kerjaku yang memiliki grade (penghasilan) lebih tinggi, hanya diikut sertakan dalam 2 tim.


Aku mengeluh di depannya, kami ngomong berdua, semua yang mengganjal di hati dan pikiranku selama 4 bulan ini, aku ceritakan.

Aku ga mau ngurangin pekerjaanmu,     sayang kalau kamu ga terlibat.
--------

Aku ingat beberapa waktu lalu aku menginginkan pekerjaan ini, dan aku menyukainya,, sangat menyukainya. namun kekecewaan atas sistem penggajian cukup mempengaruhiku dalam bekerja. Aku tidak cukup pandai untuk mendeskripsikannya, aku sangat bersyukur untuk pekerjaan dan setiap rupiah yang Tuhan berikan kepadaku, hanya saja.. ada yang salah dalam manajemen dan menurutku ini tidak baik, terlebih untuk motivasi bekerja pegawai. Aku menjadi pasif dalam rapat, dan tidak menujukan effort yang lebih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap penugasan.

Aku tau ini tidak baik untukku, lalu bagaimana?

Dengan kelebihan dan mengatur kekuranganmu, aku yakin kamu bisa.
 –mydevilboss-

Hati-hati nduk, kelebihanmu bisa jadi kekuranganmu.
 –myworkmate-

Kamu sebenernya tau itu kekuranganmu, dan kamu tau kelebihanmu. Disitu ada peluang dan potensi, diantara pilihanmu.
-myAnotherboss-


Ah, aku benci.. aku mengeluh lagi.