you can't judge my choices, without knowing my reasons.


Akhir Maret kemarin, aku telah mengambil keputusan untuk perjalanan karirku.

Memilih antara kembali ke Kementerian (tetap menjadi PNS) atau bekerja di tempat baru ini (berhenti dari PNS). Banyak pertimbangan yang membuatku butuh cukup waktu untuk memutuskan.



Aku berkali-kali membuat gambaran semacam analisis SWOT untuk kedua pilihan ini :D . Bertanya dengan orang-orang terdekatku, yang mengetahui kemampuanku. Dan hal lainnya, yang membantuku dalam menentukan pilihan.

Entah kenapa, ada 1 orang kasubdiv (ahhh,, thanks GOD, dia bukan atasanku langsung) yang ikut campur dalam menentukan pilihanku. Aku tidak menanyakan pendapatnya untuk pilihanku, tapi dia selalu menggangguku dengan pendapatnya, keingintahuannya tentang pilihanku dan bahkan berulang-ulang kali bilang ke sesama rekan kerjaku, pilihan apa yang seharusnya aku ambil. 

Aku orang yang supel dan cerewet ke orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Tapi, kalau aku tidak menyapa/berbicara dengan orang yang dikenal, ahhh,, congratulation sir.. I hate you most. Seseorang yang terlalu ikut campur atas pilihanku,, pilihan yang menentukan masa depanku. yang bahkan kita belum pernah bekerja di project yang sama 1 kalipun.


Dannn,,, taraaaa…
Dengan segala pertimbangan, aku memilih untuk..




Berhenti dari PNS :D
Ohhh,, daaan, I’m sorry, :D tidak sesuai keinginan anda.
The choice is mine, mind your own business and stop bothering me, sir!


Ah,, sepertinya anda lupa nama saya,
Best regards

Ms. Merdeka