My engagement day :)


Every love story is beautiful, but ours is my favorite..




8 Desember 2013

Dear,, Forever.

Aku pernah meminta kepada Tuhanku, agar aku jatuh cinta pada yang terakhir.. pada satu orang yang bertahan saat yang lain meninggalkan, pada satu orang yang membawa cerita saat yang lain tak melangkah, pada satu orang yang membuat teristimewa saat yang lain begitu saja.

Aku.. bersamanya.





Dan jika Tuhanku yang maha pemurah mengijinkan.. 
Aku ingin dengannya, selamanya.. 

...



Aku meneteskan air mata, saat berakhirnya rapat keluarga kemarin siang..
Bukan karena materinya, tapi karena aku-nya..


Siang kemarin, Mama, Mass-massku, Kaka-kaka Iparku, dan aku membahas mengenai persiapan pernikahan mass Bayu.. yang insyaAllah direncanakan akhir Oktober tahun ini. Dalam pernikahan tersebut yang menjadi wali adalah Wali Hakim, karena orang tua ka Ika bukan muslim.


Pikiranku terbang mengawang saat suatu nanti, aku melangsungkan pernikahan.. dan, waliku adalah Massku, bukan ayah.

mamaaa, aku kangen ayah..
“Kalo kangen, doain ayah nduk.. atau nanti kita ke makamnya?”

tanggal ini, tepat 2 bulan lalu.. aku kehilangan waliku.

I'm not Ayah's Little Girl anymore..


Tidak sampai 30 Menit yang lalu, baru saja selesai pengajian di rumahku.
Pengajian 40 Hari mengenang meninggalnya Ayah. Sore Pengajian untuk ibu-ibu dan malam pengajian untuk Bapak-bapak.
Alhamdulillah, banyak sekali yang datang mendoakan ayahku.


Hari ini juga merupakan hari ulang tahunku. Ulang tahun ke 23 dan ulang tahun pertama tanpa ayah.
Tahun-tahun sebelumnya, aku dibiasakan oleh Mama untuk bersyukur di moment bertambahnya umur, bersyukur atas kesehatan dan juga pencapaian. Aku diberi kesempatan untuk membagi kebahagiaan tersebut dengan anak yatim maupun ibu-ibu janda di sekitar. Siapa yang menyana, jika ulang tahun kali ini, aku menjadi anak yatim dan mama menjadi janda.





Daddy, did I ever tell you that I am so proud to be your daughter?


Aku ziarah ke makam ayah siang tadi.
Makam ayah sudah tertata rapi dengan penampilan barunya, kami meminta untuk tidak dikeramik, hanya dirapihkan dengan bata disekeliling untuk menahan air, dan rumput gajah diatasnya. Simple, namun cantik..

Aku bercerita tentang apa yang terjadi semenjak terakhir ziarah-seminggu lalu,,

Tentang Ka ika – pacar Mass Bayu (kakakku yang kedua), yang telah resmi menjadi mualaf. Ketetapan hati untuk insyaAllah segera menikah bulan depan. Yang ditunggu-tunggu ayah selama 6 tahun untuk melangsungkan pernikahan.

Dan,, tentang hasil test TOEFL yang cukup memuaskan..
Tentang aku yang diterima S1 Ekstensi di Universitas Indonesia.
Aku tetiba teringat obrolan pagi-petangku dengan ayah, obrolan di sepanjang perjalanan rumah-stasiun, setiap hari dijemput olehnya. Keinginan melanjutkan kuliah, namun tetap dekat dengan kantor dan rumah, tanpa perlu kost kataku..







Doain aku diterima di UI ya, yah..”
“Kalo aku nanti udah kuliah di UI, ayah ga usah jemput di kampus, gelap.”
“Ayah,, ayah,, aku nanti ambil akuntansi apa manajemen ya?”





Aku memang selalu menjadi anak kecil manja kesayangan mama ayah.. terakhir dan perempuan satu-satunya.

Namun, kepergian ayah ini, benar-benar mendewasakanku,,



Aku,, bagaimana mungkin bertingkah manja lagi. Yang dulu bersandar, kini menopang.. aku tidak mau terlihat lemah di depan mama ku.. ingin rasanya memeluknya setiap mama shalat dengan bergetar, menemaninya saat siang sepi menjelang. Semua keinginan dunia serasa hilang memudar, tergantikan..








Aku.. merindu senyum cantik mamaku..




Dan tentu juga, tawamu.. ayahku..



Ayah


9 Juli 2013
09.00 am
Selasa itu, entah mengapa aku malas sekali untuk masuk kantor.
Aku izin ke atasanku, bahwa sepertinya aku tidak akan masuk kerja hari ini, pilek kataku. Sakit pilek biasa,  yang begitu-begitu saja sebenarnya.

07.15 am
Sebelumnya, karena hari itu aku sedang berhalangan shalat, aku memutuskan untuk bangun agak telat, sekitar pukul 7. Bangun tidur, keluar kamar.. dan disambut senyum hangat ayah,
   “anak ayah, mau sarapan apa hari ini?”
“aku lagi mau nasi uduk, ayah”
“siappp booosss”
Ayahku, sepertinya sudah diberitahu mama tentang curhatku semalam, jika pagi ini aku tidak masuk kantor. Setiap pagi, jika mama belum memasak, ayah memang selalu menanyakan mama dan aku mau makan apa..
Dan memang, terkadang ayah memanggilku “boss”, hanya untuk menyemangatiku, dan mendoakanku untuk menjadi boss beneran, karena ayah tau, selama 6 bulan terakhir ini aku selalu mengeluh atas manajemen dan kerjaanku.

11.30 am
“wah, anak ayah enak ya. masuk sesuka hati,bolos sesuka hati. Enak bener, bu menteri nih.. hahaha”
“iyalah, aku kan nurun dari ayah. Ayah dulu juga sering bolos, hehehe..”
“hahahhaa,, kok ayah terus”
Aku bercanda dengan ayah sambil memilih CD music jazz yang akan aku putar di halaman belakang sebagai teman menemani mama memberesi baju. Saat itu, ayah dibantu om-ku sedang mengecat kamar.. kebiasan rutin menjelang puasa, mengganti warna hijau alpukat menjadi warna pink-purple. Setelah ketemu CD nya, aku langsung menemani mama di halaman belakang sambil membaca buku..dan ayah melanjutkan pekerjaannya.

12.15 pm
Aku bercanda-canda dihalaman belakang dengan mamaku, berbincang mengenai apapun. Mulai dari rencana haji mama-ayah, ziarah ke makan kakak perempuanku sore itu, masa depanku, liburan yang akan datang, dan hal lainnya..
Dan saat itu, ayah menghampiri kami, untuk memanggil mama..



“ayah, sudah azan.. mau shalat dulu apa makan dulu?”

“tolong kasih ayah minyak angin dulu bu, kok badan ayah dingin. Sekalian pijetin ya”


Mama dan ayah masuk ke dalam rumah, dan tidak berapa lama mama kembali ke dapur (dekat dengan halaman belakang) untuk mengambil makan, dan menyuruhku untuk makan juga. Aku melanjutkan baca, dan kemudian.. aku mendengar mamaku berteriak.
12.30 pm
Aku berlari masuk rumah, mendapati ayahku telentang dengan mata terpejam dan tangan bersedekap seperti orang shalat di kasur di kamar massku, dengan  mama sedang menangis disampingnya. Omku, berlarian memanggil tetangga.. aku memeluk ayahku, menangisi meraung. Aku melihat ayahku mengucap istigfar, mengambil nafas 2x, dengan jeda 5 detik,, dan pada nafas ketiga, tarikan nafas yang paling panjang dan terakhir, aku melihat ayahku terkulai kepalanya. Aku meraung tidak karuan, sesenggukan dengan muka penuh minyak angin, akibat memeluk badan ayahku. Lalu, aku memeluk mama.. tidak kuat rasanya melihat mama terkulai lemas. Ayahku telah tiada.. Aku menelpon mas-masku,, 3 jagoanku setelah ayah.
*Aku diceritakan mama, ternyata saat ayah minta dipijitkan, sebelumnya ayah rebahan di karpet di ruang keluarga, dan saat mama mengambil makan, ayah pindah ke kamar massku (kamar terdekat dengan ruang keluarga) telentang dan bersedekap, mungkin, ayah sudah tau, akan pergi.
02.00 pm
Kami sempat membawa ayah ke rumah sakit untuk memastikan, tidak lama setelah  ayah menghembuskan nafas terakhir. Mass bayu yang kerja di depok dan mass aris yang sedang dinas di depok, datang saat di rumah sakit. Sedangkan mass sigit, baru datang saat ayah sudah kembali ke rumah. Kami segera mengurus jenazah ayah, sanak saudara, tetangga, rekan dan kerabat datang membacakan yassin, memandikan, mengafani, menshalati, dan mengubur ayah secepat mungkin, untuk memenuhi hak ayah yang terakhir.

03.30 pm
Menjelang azan dzuhur aku masih bercanda dengan ayah, siapa yang menyangka setelah azan ashar, aku  duduk disamping pusara/ makam ayah.
Aku dan mamaku menyaksikan sendiri, bagaimana cepatnya ayah pergi. Dari sehatnya ayah, ayah meminta dipijat, sakratul maut hanya kami berdua yang menyaksikan, dibawa kerumah sakit, mengajikan yassin buat ayah, memandikan, mengkafani,meski tidak ikut menshalati, dan bada azhar itu aku menabur bunga di makam ayah.
Aku sangat bersyukur , aku diberi kesempatan untuk berada di samping ayahku, dan menyaksikan semuanya. Jika aku, masuk kerja hari itu, aku mungkin akan menyesal yang tiada terkira,, subhanallah, Allah telah mengatur semuanya.

---0O0---

Jika Allah telah berkehendak, tiada yang tidak mungkin. Pergi dengan secepat itu. Tanpa tanda-tanda, bayangan atau apapun yang berpikir bahwa ayahku akan secepat ini pergi.

Banyak sekali yang datang mendoakan ayah, bahkan orang-orang yang tidak tau rumahku, teman, sahabat semua datang silih berganti, orang-orang yang tidak dekat, Alhamdulillah wasyukurillah. Aku berterimakasih untuk semua keluarga besar, tetangga, sahabat, kerabat dan rekan kantor, atas takziah dan doa untuk ayahanda kami tercinta, Alm. Bapak Djumadi Hadi Mulyono bin Wiryo soemito, semoga Allah membalas kebaikan kalian. 
Tiada tempat kembali terindah selain disisiNya. Segala doa terbaik untuk ayahanda kami tercinta. Aamiin.

Another moment #officemate

Minggu kemarin, instansi baruku mengadakan kegiatan family gathering. Sebelum bergabung dengan instansi tetangga, setiap tahunnya kegiatan gathering dilakukan di dufan,, hwehhh entah kenapa sekarang malah diadakan di salah satu pemancingan yang katanya elit di pinggiran jakarta.






Acara inti gathering ini sih cuma ada 2, mancing atau games.. Secara ga suka mancing, dan jadi kriuk banget kalo Cuma nyampe-duduk-makan trus pulang. Akhirnya, aku ikut games sama temen lain dan juaaaaaraaaaa :D  tigaaa =='





Yang aku suka dari acara ini,hanya… aku bertemu dengan suami, istri, serta anak-anak teman kerjaku.. dan ini sangat menyenangkan. 


ahh,, what a nice day,, kataku.

i don't know why..


..I feel uneasy for no reason..

Once is enough


Pertengahan Mei ini, aku menemani teman-temanku liburan ke Singapore-Malaysia.
Kenapa istilahnya menemani? 
Karena,, aku memang tidak berniat liburan ke  2 negara ini T____T aku tidak suka berlibur wisata kota (yang begitu-begitu aja).


Seharusnya, awal maret lalu,, kami liburan ke Osaka. 
Tapi rencana ini gagal karena 2 hal,, yang 1 hal kegagalannya disebabkan olehku. T__T guilty feeling, dan akhirnya.. ya sudah.


Sabtu-minggu-senin.
Tidak banyak hal yang bisa dilakukan,,
Dari awal perjalanan memang kurang excited





Di malaysia, hanya sempat mengunjungi Petronas twin towers dan batu caves..  sempat hampir gagal boarding ke singapore.






Di singapore, ke sentosa island buat nonton song of the sea, merlion park, orchard, bugis, dll. Dan kesalahan terbesar selama perjalanan adalah nginep di daerah littleindia.. penyesalan seumur hidup. 



Oh, well.. liburan kali ini ga buruk-buruk banget kok. 

i can breath easy.. again :)

akhir akhir ini, aku seperti tidak mengenal diriku.


aku tau aku payah, aku mengeluh untuk hal yg seharusnya aku syukuri.
baru saja, dan masih terngiang jelas ditelingaku.. percakapan pria paruh baya dengan rekannya, bercerita bagaimana excitednya dia mengenai tawaran pekerjaan dengan gaji setengah dari pendapatanku.
aku juga ingat, bagaimana senangnya kerabatku mengenai bonus pekerjaan yang aku pikir tidak sebanding dengan lembur tiap malamnya.
dan lagi kebahagiaan bapak tua penjual minum, untuk kembalian yg tak perlu dikembalikan itu..

aku payah, mama..
untuk pendapatanku yang secukup ini.
aku bahkan tidak perlu seperti abang koran yang aku lihat kemarin malam, mendekap erat barang dagangan agar tidak basah terguyur hujan. ataupun mamang-mamang yang bermandi peluh dan matahari untuk menawarkan gelas minum di perempatan jalan.


akuuuuu,,
hanya perlu duduk manis di ruangan ber-Ac menganalisa, rapat ataupun wawancara, dan sesekali lembur di otoritas terbaik di negeri ini.


Pak, saya nih bukannya ga bersyukur. Ada yg salah dalam sistem dan ini merugikan.
  
meski bossku mengiyakan dan mengerti pendapatku, nyatanya aku memang tidak  bersyukur.. keluhanku adalah tanda tidak bersyukur. aku hanya mencari pembenaran pendukung keluhanku, dan tidak sabar untuk menikmati proses.



Ternyata,, selama ini aku lelah, bukan dengan keadaan. tapi akan persepsiku..

ahhh,, mungkin, ini saat yang tepat melepas jauh sifat burukku..yang selalu menengok keatas shingga membuat hati dan pikiran pegal. :)
maafkan aku, jiwa.

because i'm weary..



Aku mengeluh.. lagi.
Aku menangis, cengeng.. iya, Biarin saja.



aku menangis di depan eselon III ku, Mr B.  Dalam rapat yang baru saja selesai, di term ini, aku diberikan penugasan menjadi bagian dalam 3 tim. Sedangkan, rekan-rekan kerjaku yang memiliki grade (penghasilan) lebih tinggi, hanya diikut sertakan dalam 2 tim.


Aku mengeluh di depannya, kami ngomong berdua, semua yang mengganjal di hati dan pikiranku selama 4 bulan ini, aku ceritakan.

Aku ga mau ngurangin pekerjaanmu,     sayang kalau kamu ga terlibat.
--------

Aku ingat beberapa waktu lalu aku menginginkan pekerjaan ini, dan aku menyukainya,, sangat menyukainya. namun kekecewaan atas sistem penggajian cukup mempengaruhiku dalam bekerja. Aku tidak cukup pandai untuk mendeskripsikannya, aku sangat bersyukur untuk pekerjaan dan setiap rupiah yang Tuhan berikan kepadaku, hanya saja.. ada yang salah dalam manajemen dan menurutku ini tidak baik, terlebih untuk motivasi bekerja pegawai. Aku menjadi pasif dalam rapat, dan tidak menujukan effort yang lebih untuk memberikan yang terbaik dalam setiap penugasan.

Aku tau ini tidak baik untukku, lalu bagaimana?

Dengan kelebihan dan mengatur kekuranganmu, aku yakin kamu bisa.
 –mydevilboss-

Hati-hati nduk, kelebihanmu bisa jadi kekuranganmu.
 –myworkmate-

Kamu sebenernya tau itu kekuranganmu, dan kamu tau kelebihanmu. Disitu ada peluang dan potensi, diantara pilihanmu.
-myAnotherboss-


Ah, aku benci.. aku mengeluh lagi.


you can't judge my choices, without knowing my reasons.


Akhir Maret kemarin, aku telah mengambil keputusan untuk perjalanan karirku.

Memilih antara kembali ke Kementerian (tetap menjadi PNS) atau bekerja di tempat baru ini (berhenti dari PNS). Banyak pertimbangan yang membuatku butuh cukup waktu untuk memutuskan.



Aku berkali-kali membuat gambaran semacam analisis SWOT untuk kedua pilihan ini :D . Bertanya dengan orang-orang terdekatku, yang mengetahui kemampuanku. Dan hal lainnya, yang membantuku dalam menentukan pilihan.

Entah kenapa, ada 1 orang kasubdiv (ahhh,, thanks GOD, dia bukan atasanku langsung) yang ikut campur dalam menentukan pilihanku. Aku tidak menanyakan pendapatnya untuk pilihanku, tapi dia selalu menggangguku dengan pendapatnya, keingintahuannya tentang pilihanku dan bahkan berulang-ulang kali bilang ke sesama rekan kerjaku, pilihan apa yang seharusnya aku ambil. 

Aku orang yang supel dan cerewet ke orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Tapi, kalau aku tidak menyapa/berbicara dengan orang yang dikenal, ahhh,, congratulation sir.. I hate you most. Seseorang yang terlalu ikut campur atas pilihanku,, pilihan yang menentukan masa depanku. yang bahkan kita belum pernah bekerja di project yang sama 1 kalipun.


Dannn,,, taraaaa…
Dengan segala pertimbangan, aku memilih untuk..




Berhenti dari PNS :D
Ohhh,, daaan, I’m sorry, :D tidak sesuai keinginan anda.
The choice is mine, mind your own business and stop bothering me, sir!


Ah,, sepertinya anda lupa nama saya,
Best regards

Ms. Merdeka

I enjoy my workworld..


Aku suka saat waktu-waktu menjelang tidur, meredam lelah memanja hati.
Ah,, tapi kali ini, aku tidak mau tidur terlebih dahulu.. 

Sore tadi, semua hal yang telah terjadi sampai aku seperti sekarang melintas cepat dipikiran. Aku bersyukur dan ohhh...  bagaimana mungkin aku tidak bersyukur. Hidupku berjalan dengah indahnya..

 
Pekerjaanku yang sekarang.. Ahh,, berapa banyak orang-orang hebat itu menginginkan posisi kerjaku yang sekarang, kekecewaan ratusan orang yg tidak bisa bergabung dengan pekerjaan baruku ini, dan ribuan orang lainnya yang menunggu pembukaan ingin bergabung.
Dan untuk pekerjaan lama yang aku tinggalkan, ribuan orang pernah gagal, dan yaa,, aku tidak menghitung berapa puluh ribu orang yg memimpikan untuk pekerjaan lama yg aku tinggalkan.
Disaat yang lain perlu berkali-kali ujian untuk masuk kampusku, masuk ke posisi pekerjaan lamaku, dan masuk ke posisi pekerjaan baruku. Aku hanya cukup tes satu kali untuk ketiga hal itu. Bersyukurkah aku? Sangaattttt.


Dan aku lebihhhh sangat bersyukur disaat workmates dan boss-boss (atasan) ku selalu mendukungku. Untuk posisiku yg sekarang, aku berhutang budi kepada mereka, berhutang sayang, perjuangan dan kepercayaan. Sampai saat ini, ada seorang direktur humble yg selalu membantu memperjuangkan hakku, dari awal aku pertama bekerja (2008), hingga saat ini. beliau meyakinkan semua orang bahwa aku mampu diberi pekerjaan lebih, mempercayai aku sebagai staf analis, auditorjunior diusia muda, dan sampai saat ini pun, beliau memperjuangkan hak pendapatanku.. Ibu Eva, ahh ibuuuu *hugggg. 
Tidak jauh berbeda, atasanku langsung pun sangat mendukungku, ahhh aku kangen saat dia membelaku dari fitnah seperti membela anak nya sendiri.. Tempat curhatku masalah hati, dan beliau mendukungku untuk selalu maju, aku ingat pesannya 'kamu jangan nikah dulu put, awas ya, kalo udah kebelet, kuliah lagi, ambil beasiswa luar negeri abis itu' ahhhh ibu.. aku kan udah kebelet :P, maacihh ibu Dina. *peluk erat sampai sesak

Semua workmates dan boss2ku, mempunyai jasa nya masing-masing dalam pencapaian karirku (jika disebutkan satu persatu, mungkin mengalahkan halaman persembahan dalam skripsi :p), dannn bagaimana mungkin aku bisa mengecewakan mereka, disaat mereka sudah mempercayai dan meyakini orang2 bahwa aku mampu.

Ahhh reallllyyy,, i love you audit working papers  my workmates & myboss

Life, Learn and Expect Less


Ah, benar.. aku lupa, terlupa dan pura-pura lupa.






Dimulai dari Akhir Desember, sebulan penuh Januari dan sekarang minggu pertama Februari.. Aku kecewa, kesal dan berkeluhpun sudah bosan.


*Ah, aku lupa.. sedikit berharap, sedikit terluka.