deactivate facebook


mudah-mudahan deactivate facebook gw kali ini bisa bertahan lama. ga kaya sebelum-sebelumnya yang cuma bertahan 3 hari.


dulu, sebelum punya facebook. gw bisa bertahan hidup. untung aja ga beli BB. punya facebook aja jadi social addict, apalagi punya BB. makin ga sehat deh.


jejaring social memang seperti 2 sisi mata uang.
mengasikan dan menyakitkan.
-malas nulis ah. baru jalan jauh-

apa ini, ngoceh malem2



apa ya?
2010 ya?
20 tahun ya?
mimpi yang realistis ya?



1. nabung diperketat..
2. kurusan BB 50 Kg
3. makin tepat waktu sholatnya
4. lulus kuliah bisa ga ya? akhir 2011? insyaAllah
5. makin bahagia.


ini aku,adanya.



siapa aku?
pernah baca puisi seorang sahabat, tentang siapa akunya-dia.. nice. senang rasanya melihat dia bahagia, karena aku tau, dia dulu tidak sebahagia sekarang. :) hihihi.. cium :*

sekarang, saatnya siapa akunya, AKU..
i'm only nineteen..
yep,,
pernah merasakan semua pendidikan formal, TK-SD-SMP-SMA-KULIAH.
sekarang pun kerja.. alhamdulillah.


sering ditanya tante, sepupu, om, dan yang lainnya..
"kapan nikah?"
sering pula aku jawab,
"maunya kapan??"

apa harus seperti itu? apa harus, kita terlahir, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, punya anak, dan lain-lain lalu mati?

celakanya, aku ga tau, aku mau apa di dunia ini? apa seperti itu mengikuti siklus budaya? atau seperti apa.

kalian pasti kaget, aku ga punya cita-cita. aku ga punya hobi. ga punya keinginan.
aku seolah-olah mempunyai haluan yang mengharuskan aku seperti ini. kalian pasti berpikir, bahwa aku menjalankan segala sesuatu atas paksaan orangtuaku. sayang sekali, orang tuaku tidak pernah memaksakanku untuk menjadi apa aku..

aku yang sekarang adalah aku yang hambar, tidak berasa. tidak asik. itulah istilahnya. mungkin itupula yang menyebabkan beberapa orang yang pernah aku sayang meninggalkanku.

memang, aku tidak suka keramaian. aku tidak suka kumpul-kumpul. aku tidak suka spending time di luar. aku adalah perempuan sebatas tembok kamar.
aku suka tidur sejenak, menatap ke langit langit kamar, mengevaluasi apa yang telah aku lakukan hari ini, dan sudah dapat membayangkan apa yang akan aku lakukan keesokan harinya.. seperti rutinitas sebelumnya yang selalu aku jalani. kerja-kuliah-pulang.


aku tidak pernah merasa sendirian, setiap pagi aku dapat senyum mama ayah. aku punya keluarga yang awesome. namun, ingin rasanya aku mencari untuk apa sebenarnya aku hidup? dan menikmati hidup ini. mumpung aku masih SEMBILAN BELAS TAHUN. tapi, aku tidak mau mencoba sesuatu yang diluar batas, aku bukan agamis, aku hanya terlalu kasihan dengan tubuh aku, jika aku macam2.



disaat remaja seusiaku, pacaran, hang out di mall, dan lain-lain, aku tidak iri.. aku cuma bingung, kenapa aku tidakkk ingin seperti mereka yang ngegerombol,, cekikikan,, godain cowo cakep,,?
kenapa aku lebih suka menolak ajakan untuk ngumpul, nonton, ke dufan, karaokean. mungkin dari 10 ajakan, aku hanya ikut 1..itupun karena aku ga enak, selalu menolak.


aku pernah pacaran dia baik, dan kau pun takkan menyesal jika menjadi pasangannya kelak.

seringnya kami pacaran dirumah, kalau bosen mungkin nonton-makan, balik lagi ke rumah. jadi saat kami pacaran, kami main game bareng, nonton bareng, cerita ga jelas, masak,, dan itu dilakukan dirumah.


itulah,,
mungkin, sahabatku selalu salah paham, karena dia selalu mengajak jalan namun sering aku tolak. dia pernah berpikir bahwa, karena pacaran lah yang membuatku malas jalan. padahal, memang kalau pacaran, kami selalu dirumah.


memang,seperti inilah aku,,
mungkin kau bisa memanggilku plain girl.

Here's my shoulder, you can lean on me






you can lean on me, honey..
like i lean on your shoulder when i'm down..





really..

too much love will kill you

usually..


if one better than two..